Jepang
tak hanya memiliki Gunung Fuji yang menjadi tujuan wisata. Negeri Sakura
juga memiliki pegunungan Alps yang indah di Murodo, Tateyama. Salah
satu bagian dari jajaran pegunungan ini memiliki panjang 150 kilometer
dengan tinggi lebih dari 3.000 meter. Pada ketinggian itu, lapisan salju
tebal menyelimuti bahkan di musim panas sekali pun
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-Jalan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 November 2011
Tateyama, Dunia Atas Awan di Jepang
Jepang
tak hanya memiliki Gunung Fuji yang menjadi tujuan wisata. Negeri Sakura
juga memiliki pegunungan Alps yang indah di Murodo, Tateyama. Salah
satu bagian dari jajaran pegunungan ini memiliki panjang 150 kilometer
dengan tinggi lebih dari 3.000 meter. Pada ketinggian itu, lapisan salju
tebal menyelimuti bahkan di musim panas sekali punSelasa, 08 November 2011
Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern
Oleh Syanne Susita via Yahoo
Pada sebuah Minggu sore, saya berkesempatan
menginjakkan kaki di Harajuku, Tokyo. Dari stasiun pemberhentian kereta
JR saya menyeberang jalan dan sampai di Takeshi Dori, jalan yang menjadi
ciri khas tempat anak muda Jepang mengekspresikan diri ini.
Selasa, 02 Agustus 2011
Tashiro, Satu-satunya Pulau Di Jepang Yang Penduduknya Kebanyakan Adalah Kucing...
"Kalau dilihat desa ini seolah begitu damai. Tapi kalau misalnya ada kebakaran, tidak ada yang bisa menolong kami. Saya berharap banyak anak muda pindah ke sini. Di Tashiro banyak warga yang mau mengajari mereka cara menangkap ikan," ungkap Yutaka Hama, 49, sebagai pimpinan badan promosi wisata Tashiro.
Hama pindah ke Tashiro beberapa tahun lalu dan kini juga mencari nafkah sebagai pengelola penginapan dan nelayan. Istrinya, Aiko, sejauh ini merupakan perempuan termuda di desanya pada usia 37 tahun. Selain Aiko, kebanyakan perempuan Tashiro sudah berusia di atas 60 tahun.
Tashiro tidak dihuni seekor anjing pun. Selain itu, pemandangan yang biasa terlihat di kota-kota modern di Jepang juga absen. Sebut saja misalnya toko serba ada, lampu lalulintas sampai anak-anak. Populasi manusia di situ telah menurun sepuluh kali lipat sejak 1960, karena banyak warga pindah ke kota lain.
Namun beberapa tahun lalu, Tashiro mulai terkenal sebagai 'Pulau Kucing'. Waktu itu sebuah stasiun televisi membuat acara tentang Jack the Lop Ear, seekor kucing jantan belang hitam-putih. Sekarang Jack adalah atraksi utama di kotanya. Gerak-geriknya yang lamban dibanding kucing lain malah membuat popularitasnya meroket.
"Saya begitu senang bisa melihat Jack. Setelah pensiun, saya mau tinggal di sini saja," tutur Shiho Amano, 18, yang menyukai kucing. Amano khusus datang dari Nagoya ke Tashiro untuk menyaksikan pameran foto yang digelar badan promosi wisata. Telepon genggamnya sudah penuh oleh foto-foto kucing terkenal itu.
Jack bukan kucing pertama yang menjadi idola nasional di Jepang. Bukan juga yang pertama mampu membawa keberuntungan untuk sebuah wilayah. Tahun lalu seekor kucing bernama Tama diangkat sebagai "pimpinan" stasiun kereta api Kinokawa di prefektur Wakayama.
Sebuah topi kepala stasiun pun diberikan kepadanya. Kehadiran Tama menggiring turis ikut datang ke kota kecil tersebut.
Para nelayan Tashiro sering memberi ikan kepada para kucing, Kehadiran kucing jadi gampang terdeteksi di pulau seluas 3,14 kilometer persegi dan terletak 20 kilometer dari pelabuhan Ishinomaki di utara Jepang itu.
Kapal feri penghubung ke pulau ini biasanya hanya mengangkut 10-20 penumpang per hari setelah musim panas. Namun sejak September lalu, jumlah itu meningkat dua kali lipat di hari biasa dan lebih dari tiga kali lipat pada akhir pekan.
"Kami lihat makin banyak yang datang membawa kamera dan makanan, bukannya alat pancing," ujar seorang pegawai kapal feri Ajishima. Ditambahkannya, para turis tetap datang meski sudah dekat musim dingin.
Selasa, 26 Juli 2011
Tokio Kitchen, Pilihan Baru Jajanan Jepang
Rabu, 22 Juni 2011
Mengintip Sejarah Taman Batu Jepang
Taman batu Jepang (Karesansui? arti harfiah: lanskap kering) atau taman Zen adalah salah satu gaya dalam taman Jepang. Taman jenis ini tidak menggunakan air. Lanskap alam dilukiskan dengan batu dan pasir yang melambangkan kolam dan aliran air. Orang yang melihat diminta untuk berimajinasi bahwa hamparan pasir berwarna putih dan kerikil adalah permukaan air. Jembatan dibangun untuk memberi kesan ada aliran air di bawahnya. Pola-pola pada
Minggu, 12 Juni 2011
Surat Anak Indonesia Membuat Jepang Terharu
VIVAnews - Duta Besar Jepang untuk Indonesia yang baru, Yoshinori Katori, mengaku sangat terharu dengan simpati yang diberikan anak-anak Indonesia kepada Jepang terkait bencana tsunami yang baru saja menghantam negara itu Maret lalu.
Jumat, 27 Mei 2011
Apa itu Matsuri??
Matsuri berarti festival atau hari raya. Di Jepang, festival biasanya disponsori oleh kuil ataupun diadakan bukan yang bersifat kepercayaan. Biasanya setiap daerah memiliki setidaknya satu matsuri di akhir musim panas atau awal musim gugur, kadang berhubungan dengan panen.
Selasa, 24 Mei 2011
"Love Will Win", Lagu dari Jepang Setelah Bencana Tsunami
Seperti yang kita tahu gempa bumi 9.0 Skala Ritcher di Jepang diikuti oleh tsunami. Lalu menyusul gempa lainnya, (7.1 SR - lebih kecil, tapi tetap besar). Kemudian hari itu (saat gempa kedua), sebuah video selebriti Jepang yang menyanyikan "Ai wa Katsu" atau "Love Will Win" telah diposting di Up-Front Channel, Jepang.
para pecinta J-Pop mungkin kenal lagu ini. Lagu ini sebenarnya dinyanyikan oleh seorang pria bernama Kimura Kan (nama panggung KAN). Lagu ini juga diliput oleh Mano Erina dan ยบ C-ute pada tahun 2009 untuk cover album Hello! Project's.
Langganan:
Postingan (Atom)

